Intuisi

Posted in Uncategorized on December 1, 2009 by krisanwet

Tips: Kiat-kiat Mempertajam Intuisi Anda

 

Tips: Kiat-kiat Mempertajam Intuisi Anda

Sekali waktu Wikimuers pasti pernah tiba-tiba mempunyai perasaan tidak enak. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tidak tergambarkan atau bisa digambarkan walaupun samar-samar. Perasaan seperti itu adalah intuisi atau dalam bahasa sehari-hari sering disebut firasat. 

Sebagian orang ada yang membedakan antara intuisi dengan indera keenam, (sixth sense) terutama hubungannya dengan dunia supranatural. Tapi ada juga yang menganggap keduanya sama, kalau menghubungkannya dengan dunia nyata. Namun keduanya sama-sama menggunakan ketajaman rasa (feeling). Jadi kiat-kiat di bawah ini juga bisa digunakan untuk memperkuat indera keenam (sixth sense) Anda.

Intuisi Anda adalah sebuah jalan pintas untuk mencapai produktivitas, pengertian yang mendalam, pengetahuan, inovasi, dan pengambilan keputusan. Jadi bagaimanakah mengeksplor intuisi agar bisa bekerja untuk Anda?

Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika

Pernahkah Anda melihat suatu masalah dan kemudian mengenal penyebab utama sekaligus solusinya – dengan seketika – tanpa penelitian terlebih dulu?  Sebetulnya manusia telah diberikan bakat oleh Tuhan untuk mencurigai suara hatinya yang dalam. Dan seringkali dengan pembuktian secara empiris intuisi Anda ternyata benar.

Anda mempunyai kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan seketika jika anda mempercayai diri sendiri.  Kita semua pasti seperti itu, namun seringkali peringatan itu seperti tidak datang lagi, kenapa?  Dan bagaimanakah cara kita mengeksploitasi kekuatan batin itu – yakni suara batin yang mengabaikan semua kebohongan, manipulasi, dan tipuan, serta mengatakan kepada kita hal sebenarnya?

Enam langkah untuk mempertajam intuisi adalah:

1. Pergunakanlah empati alami kita sesering mungkin

Bayangkan diri anda berada dalam posisi orang lain.  Atau dengarkanlah pengalaman-pengalaman orang lain dan rasakan bagaimana mereka merasakannya pada saat itu.  Lebih baik lagi kalau Anda menerima keluhan-keluhan dan memberikan pertolongan dengan memberikan solusi-solusi, bukan hanya memonitor dan membanding-bandingkan.  Rasakanlah penderitaan batin mereka!  Semakin dalam perasaan Anda terlibat, maka semakin memperkuat intuisi Anda.  Dengan kata lain semua pengalaman buruk orang lain bisa memperkuat intuisi Anda tanpa Anda harus mengalaminya sendiri.

2. Biarkan diri Anda merasa takut dan mengalirlah melewatinya

Anda pasti tidak menyukai rasa takut, bukan? Begitu juga semua orang. Tetapi rasa takut adalah insting dasar yang diberikan Tuhan agar kita bisa survive di dunia ini. Kita harus menyesuaikan diri dengannya dan menemukan suatu cara untuk menjadikannya teman kita, bukan sebagai musuh, kecuali jika anda adalah superman dan sudah melampaui rasa takut itu.  Anda harus menemukan suatu cara untuk memanfaatkannya dengan tujuan kebaikan.

Ketakutan menghalangi intuisi, namun ketika dihalangi intuisi akan menjadi lebih kuat dengan mengadakan pembalasan. Mekanisme ini mirip dengan sistem kekebalan tubuh kita (imun) ketika disuntikkan vaksin (virus yang dilemahkan). Oleh sebab itu biarkan diri Anda untuk merasa takut.  Jangan menahan bagian manapun dari rasa takut.  Jangan mengubur perasaan takut itu dalam-dalam.  Tapi fokuskan secara langsung bahwa kita berada di atasnya dan mengendalikan rasa takut hingga berakhir.  Setelah itu Anda akan menjadi lebih kuat dengan lebih banyak kejelasan.  Membiarkan diri Anda untuk merasakan ketakutan akan memperkuat intuisi karena hal itu berarti mengajar Anda untuk mendengarkan suara dari lubuk hati dan menerima rasa takut apa adanya, alih-alih bertempur melawannya.

3. Berhubunganlah dengan orang lain secara emosional

Ketika anda terlibat dengan orang lain, seperti bertatap muka, berbicara di telepon, atau online, cobalah untuk membaca emosi mereka.  Beri nama emosi-emosi mereka.  Apakah kedengarannya seperti bunyi marah, berbahagia, penuh harapan, gembira, tertekan, atau sedih?  Semakin banyak anda berhubungan dengan emosi orang lain, semakin dalam pemahaman Anda akan situasi-situasi sosial dan semakin baik intuisi Anda akan berfungsi.   Getar-getar intuisi dan ide-ide abstrak datang dari tempat yang sama di dalam diri kita di mana emosi terbentuk, sehingga semakin baik Anda membaca dan mengidentifikasi emosi orang lain semakin baik kemampuan Anda menciptakan dan berkomunikasi dengan menggunakan intuisi.  Mengidentifikasi dan memberi nama emosi di dalam diri Anda dan orang lain adalah sebuah latihan yang membutuhkan banyak energi.

4. Hentikan penilaian-penilaian pribadi (judgments)

Ketika Anda menghakimi seseorang atau sesuatu – termasuk diri Anda sendiri – itu bukan intuisi, tapi energi negatif yang menghalangi intuisi.  Ketika Anda mendengar suara kritik di dalam benak Anda yang berkata, “Dia bodoh”, “Dia jahat”, “Aku gemuk”, atau “Aku akan kalah”, maka berhentilah berkata seperti itu dan berpikirlah; Kenapa aku berkata seperti itu?  Ketika Anda mendengar hati berkata menghakimi, suruh dia diam – bukan dengan membenamkannya agar tidak berfungsi, karena dia akan mencari jalan keluar selain itu – tetapi dengan memaksa suatu pertanyaan positif ke dalam kesadaran Anda.  Ketika Anda mendapati diri Anda berpikir, “Aku tidak akan pernah bisa menyelesaikan hal ini”, maka ubahlah pemikiran itu menjadi; “Bagaimanakah caranya agar aku menyelesaikan hal ini?” Jika Anda sabar dan mau mendengarkan suara hati yang terdalam Anda, hati itu akan berkata bagaimana caranya agar Anda bisa menyelesaikannya.  Ketika hati kita menghakimi, “Itu tidak akan pernah berhasil”, maka bertanyalah pada diri Anda; “Ide manakah yang akan berhasil?” atau “Ide manakah yang lebih baik?”.  Begitu Anda mulai menanyakan pertanyaan positif, maka pikiran alam bawah sadar Anda akan mulai menanganinya dengan memberikan solusi-solusi dalam wujud intuisi.

5. Temukan keheningan

Cara terbaik adalah meditasi.  Jadualkan sedikitnya tiga puluh menit dalam sehari untuk menghabiskan waktu sendirian dengan pikiran Anda – merenung dan tafakur.  Ambil kesempatan untuk duduk sendirian bersama pemikiran-pemikiran Anda, perasaan, dan penggambaran-penggambaran.  Kita sudah menghabiskan sebagian besar hidup dengan hampir-hampir tidak mengacuhkan apa yang terjadi di dalam diri kita.  Dengan mengambil waktu untuk mendengarkan dunia Anda yang terdalam, Anda akan menemukan betapa ajaib dan mengagumkannya diri Anda.  Belajar untuk mendengarkan diri anda di dalam keheningan akan mengantar Anda kepada mendengarkan suara bagian dalam diri ketika anda sedang bersama orang lain dan pekerjaan Anda, dan akan membimbing untuk menangkap ide-ide intuitif yang benar dan tangguh di saat Anda memerlukannya.

6. Ajukan pertanyaan-pertanyaan, sebanyak-banyaknya

Ini adalah yang disebut pembangunan tubuh dari intuisi.  Tanya jawab adalah cara terbaik untuk menciptakan intuisi-intuisi yang lebih kuat.  Intuisi-intuisi kreatif yang paling kuat akan datang kepada Anda setelah sesi-sesi tanya-jawab yang lama.  Bentuklah sebuah kelompok diskusi dengan orang-orang yang mempunyai rasa curiga tinggi dan diskusikan isu-isu kompleks, seperti politik, filsafat, sains dan teknologi, sosial kemasyarakatan, kesehatan, atau topik-topik berkaitan dunia kejahatan.  Kebanyakan kekuatan bukan datang dari jawaban-jawaban tapi dari pertanyaan-pertanyaannya, membawa anda kepada alur-alur yang belum dipertimbangkan, mendatangkan pertanyaan-pertanyaan baru dan akan mendatangkan lebih banyak lagi jawaban.  Tidak ada cara yang lebih baik untuk melatih intuisi Anda dibanding dengan sesi-sesi tanya-jawab yang berkembang.

Sebagian orang berkata bahwa intuisi itu tidak ilmiah dan tidak beralasan.  Pendapat itu benar dan juga salah.  Gagasan yang intuitif kreatif memang tidak ilmiah hingga Anda dapat membuktikannya.  Bagaimanapun, semua ilmu pengetahuan dimulai dengan sebuah hipotesa.  Dan sebuah hipotesa berasal dari mana?  Hal-hal yang baik, kreatif, dan orisinil, datang karena intuisi Anda – sebuah kilatan jiwa, cahaya dari Tuhan.

tahun 2012

Posted in Artikel on November 17, 2009 by krisanwet
Geger Kiamat 2012
Selasa, 17 Nopember 2009 | 10:22 WIB
 Doc2

2012 diramalkan bakal kiamat. Pandangan itu dianggap menyebal dari dogma agama, hanya Tuhan yang tahu kapan kiamat tiba. Namun, manusia terus menyingkap misteri itu.

Oleh : Kumara Ajie

Pada 2006 lalu, salah satu saluran televisi pengetahuan Amerika Serikat, The History Channel, mengguncang jagat dengan pemutaran film dokumenter tentang kiamat terjadi pada 2012. Sejak itu kiamat 2012 pun menjadi fenomena kultural di seluruh jagat.

The History Channel menyebutkan ada tiga sumber utama tentang kiamat itu. Pertama, akhir Perhitungan satu siklus kalender Maya, tepatnya pada 21 Desember 2012. Kedua, Legenda, literatur, dan ramalan kuno. Dan ketiga, peringatan dari pakar lingkungan (environmentalist) dan fisikawan.

Bagaiamnapun, kanal tersebut sepertinya berusaha melacak asal muasal ramalan tersebut. Pasalnya, sebelum siaran tersebut, merebak berbagai publikasi yang menyebutkan ramalan tentang kiamat 2012.

Paling tidak, ada beragam karya yang meramalkan tentang kiamat baik dalam karya musik, maupun film, dan sastra juga turut menjadikan 2012 menjadi sebuah angka yang kian berselimut misteri itu.

Untuk karya non fiksi saja, ada The Bible Code (1997) karya Michael Drosnin, The Return of Quetzalcoatl (2005) karya Daniel Pichbeck, dan Secret of the Light (2007) karya Dannion Brinkley, melanjutkan buku sebelumnya yang juga bestseller pada 1995 (Saved by the Light). Buku ini semua menyebutkan tentang kiamat pada 2012.

Dalam beberapa karya fiksi, perubahan besar yang diramalkan bakal terjadi pada tahun 2012 juga diangkat sebagai tema cerita novel Metuselah’s Children (1941/1958) dan Time Enough for Love (1973) karya Robert A Heinlein. The Orion Prophecy (2001) karya Patrick Geryl dan Gino Ratinckx. Novel Dechiper (2002) karya Stel Pavlou.

Naskah lain yang lebih kuno memuat hal serupa antara lain The Book of Revelation, karya John of Patmos; The Sibylline Books, The Quatrains and the Lost Book karya Nostradamus; The Prophecy of the Popes, tulisan Saint Malachy; Timewave Zero karya Terrence Mckenna yang merupakan interpretasi dari ramalan I Ching.

Isu kiamat 2012 itu semakin mencuat pasca siaran The History Channel. Sejak itulah ramalan kiamat 2012 menjadi fenomena kultural dalam lima tahun terakhir. Semua orang lambat laun mulai membicarakannya, mulai mengkhawatirkannya, mulai meragukannya, dan bahkan mengambil keuntungan darinya.

Film Death Race yang dibintangi oleh Jason Statham, menggambarkan tahun 2012 sebagai tahun kejatuhan ekonomi AS. Dalam karyanya, Roland Emmerich menulis, menyutradarai, sekaligus memproduseri film berjudul 2012 yang diputar serentak di seluruh dunia pada Jumat (13/11). Alur cerita film yang dibintangi John Cusack dan Amanda Peet ini tidak jauh-jauh dari ramalan seputar tahun 2012 tersebut.

The History Channel merangkum ramalan itu baik yang dulu maupun sekarang adalah berasal dari ramalan Suku Maya, suku Indian Amerika Tengah yang menghuni kawasan-kawasan yang sekarang menjadi wilayah Meksiko, Guatemala, El Salvador dan Honduras.

Berdasarkan perhitungan kalender Maya, pada 21 Desember 2012 Masehi merupakan akhir siklus baktun ke-13 (yang memiliki daur perhitungan 5126 tahun). Menurut mitologi suku Maya, setiap siklus perhitungan panjang menggambarkan satu zaman, di mana pada awal setiap zaman tersebut Tuhan akan menurunkan seorang utusan yang saleh, semacam periode kenabian ala Indian, mungkin, beserta para makhluk yang menjadi pengikutnya. Ketika daur tersebut berakhir pada tahun 2012, ini yang menjadi menarik, banyak orang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi?

Itu sangat menarik bagi penganut New Age dan penggiat psikologi transpersonal. Kalender Maya itu memiliki sistem perhitungan yang elegan yang memungkinkan setiap kejadian tercatat dalam hubungan yang linear dengan event lainnya dengan tetap mengacu pada kalender utama. Perhitungan kalender Maya lebih kompleks dan teliti dari kalender Gregorian (Masehi) yang kita gunakan sekarang.

Ranah gelap tentang ketidak jelasan masa depan itu terus memicu rasa ingin tahu. Banyak orang yang tidka terima akan adanya kiamat, namun mereka pun ingin tahu bagaimaan kiamat itu bisa terjadi. Inilah wialyah abu-abu yang membuat orang untuks selalu bertanya-tanya tentang yang memicu rasa ingin tahu.

Lalu dari sisi ilmiah, Ilmuwan atmosfer NASA yang juga pakar pemanasan global, James Hansen, sejak tahun 1980-an telah memprediksi bahwa bumi telah mendekati masa tipping point yang tidak mungkin dapat dipulihkan kembali. Trend pemanasan global akan memicu banjir besar dan menyemburnya gas metana dari tanah kutub utara yang selama ini diselubungi lapisan es.

Dan semua itu akan terjadi lebih cepat dari proyeksi/perkiraan yang ada sekarang. Dalam papernya yang diterbitkan tahun 2007, Hansen mengkritisi laporan Intergovernmental Panel on Climate Change yang menyebutkan perkiraan bahwa permukaan laut naik setinggi 59 cm. Jumlah sebenarnya – menurut Hansen – adalah mencapai 25 meter.

Pada kajian lain, sejumlah fisikawan yang meneliti sistem solar mengkhawatirkan siklus aktivitas matahari yang akan memproduksi “coronal mass ejections” melebihi tingkat normal. Sami Solanki, direktur Max Planck Institute for Solar System Research, pada tahun 2004 mengatakan bahwa aktivitas matahari saat ini mencapai tingkat yang lebih tinggi dari sebelas ribu tahun terakhir (“Except possibly for a few brief peaks, the Sun is more active currently than at any time in the past 11,000 years”).

Puncak dari aktivitas matahari diperkirakan terjadi pada tahun 2011 atau 2012. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan kekuatan yang cukup untuk memadamkan jaringan listrik dan satelit komunikasi. Meskipun Space Environment Center telah mengoperasikan sistem peringatan global untuk menanggulangi potensi kerusakan, efek terkuat aktivitas matahari tersebut tetap dapat mencapai bumi hanya dalam 30 menit.

Spekulasi juga marak terjadi pada ranah geologi dan vulkanologi. Tidak kurang dari majalah Time menurunkan artikel yang menyebutkan munculnya kekhawatiran pasca rangkaian gempa dari 27 Desember 2008 sampai 2 January 2009 yang mengiringi aktivitas kawah Yellowstone. Pengamatan dengan seismograf di Universitas Utah maupun citra satelit dengan pembacaan GPS (Global Positioning System) mengindikasikan terjadinya pertumbuhan kaldera Yellowstone – dan ini dihubungkan dengan fenomena supervolcano (ledakan gunung berapi super) yang periode ledakannya hanya terjadi 600.000 sampai 700.000 tahun sekali.

Kebanyakan astronom dan periset kebudayaan Maya membantah segala teori tentang kiamat 2012 sebagaimana digembar-gemborkan banyak pihak. Menurut mereka, tidak ada bukti atau catatan arkeologis yang memperlihatkan kebudayaan Maya klasik menambahkan berbagai ramalan atau nujum dalam sistem perhitungan panjang kalender mereka.

Astronom dari Universitas Florida, Susan Milbraith, bahkan lebih tegas lagi dengan mengatakan bahwa orang-orang yang mengeksploitasi kebudayaan Maya dengan menghembuskan isu tentang kiamat 2012 sesungguhnya memiliki kepentingan pribadi atau politik yang terselubung.

Terlebih, inti galaksi Bimasakti yang hanya dapat dilihat dengan teleskop berkuatan tinggi tidak mungkin dapat diamati oleh suku Indian Maya kuno. Kenyataan ini menjadikan tidak mungkin bagi mereka membuat berbagai ramalan seputar lubang hitam, planet nibiru, dan sebagainya. (*)

gambar lucu

Posted in Berita on November 3, 2009 by krisanwet

gambar-lucu

Hello world!

Posted in Uncategorized on October 6, 2009 by krisanwet

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

  • tanggalan

    February 2012
    M T W T F S S
    « Dec    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    272829  
  • Meta

  • Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.