tahun 2012

Geger Kiamat 2012
Selasa, 17 Nopember 2009 | 10:22 WIB
 Doc2

2012 diramalkan bakal kiamat. Pandangan itu dianggap menyebal dari dogma agama, hanya Tuhan yang tahu kapan kiamat tiba. Namun, manusia terus menyingkap misteri itu.

Oleh : Kumara Ajie

Pada 2006 lalu, salah satu saluran televisi pengetahuan Amerika Serikat, The History Channel, mengguncang jagat dengan pemutaran film dokumenter tentang kiamat terjadi pada 2012. Sejak itu kiamat 2012 pun menjadi fenomena kultural di seluruh jagat.

The History Channel menyebutkan ada tiga sumber utama tentang kiamat itu. Pertama, akhir Perhitungan satu siklus kalender Maya, tepatnya pada 21 Desember 2012. Kedua, Legenda, literatur, dan ramalan kuno. Dan ketiga, peringatan dari pakar lingkungan (environmentalist) dan fisikawan.

Bagaiamnapun, kanal tersebut sepertinya berusaha melacak asal muasal ramalan tersebut. Pasalnya, sebelum siaran tersebut, merebak berbagai publikasi yang menyebutkan ramalan tentang kiamat 2012.

Paling tidak, ada beragam karya yang meramalkan tentang kiamat baik dalam karya musik, maupun film, dan sastra juga turut menjadikan 2012 menjadi sebuah angka yang kian berselimut misteri itu.

Untuk karya non fiksi saja, ada The Bible Code (1997) karya Michael Drosnin, The Return of Quetzalcoatl (2005) karya Daniel Pichbeck, dan Secret of the Light (2007) karya Dannion Brinkley, melanjutkan buku sebelumnya yang juga bestseller pada 1995 (Saved by the Light). Buku ini semua menyebutkan tentang kiamat pada 2012.

Dalam beberapa karya fiksi, perubahan besar yang diramalkan bakal terjadi pada tahun 2012 juga diangkat sebagai tema cerita novel Metuselah’s Children (1941/1958) dan Time Enough for Love (1973) karya Robert A Heinlein. The Orion Prophecy (2001) karya Patrick Geryl dan Gino Ratinckx. Novel Dechiper (2002) karya Stel Pavlou.

Naskah lain yang lebih kuno memuat hal serupa antara lain The Book of Revelation, karya John of Patmos; The Sibylline Books, The Quatrains and the Lost Book karya Nostradamus; The Prophecy of the Popes, tulisan Saint Malachy; Timewave Zero karya Terrence Mckenna yang merupakan interpretasi dari ramalan I Ching.

Isu kiamat 2012 itu semakin mencuat pasca siaran The History Channel. Sejak itulah ramalan kiamat 2012 menjadi fenomena kultural dalam lima tahun terakhir. Semua orang lambat laun mulai membicarakannya, mulai mengkhawatirkannya, mulai meragukannya, dan bahkan mengambil keuntungan darinya.

Film Death Race yang dibintangi oleh Jason Statham, menggambarkan tahun 2012 sebagai tahun kejatuhan ekonomi AS. Dalam karyanya, Roland Emmerich menulis, menyutradarai, sekaligus memproduseri film berjudul 2012 yang diputar serentak di seluruh dunia pada Jumat (13/11). Alur cerita film yang dibintangi John Cusack dan Amanda Peet ini tidak jauh-jauh dari ramalan seputar tahun 2012 tersebut.

The History Channel merangkum ramalan itu baik yang dulu maupun sekarang adalah berasal dari ramalan Suku Maya, suku Indian Amerika Tengah yang menghuni kawasan-kawasan yang sekarang menjadi wilayah Meksiko, Guatemala, El Salvador dan Honduras.

Berdasarkan perhitungan kalender Maya, pada 21 Desember 2012 Masehi merupakan akhir siklus baktun ke-13 (yang memiliki daur perhitungan 5126 tahun). Menurut mitologi suku Maya, setiap siklus perhitungan panjang menggambarkan satu zaman, di mana pada awal setiap zaman tersebut Tuhan akan menurunkan seorang utusan yang saleh, semacam periode kenabian ala Indian, mungkin, beserta para makhluk yang menjadi pengikutnya. Ketika daur tersebut berakhir pada tahun 2012, ini yang menjadi menarik, banyak orang bertanya-tanya, apa yang akan terjadi?

Itu sangat menarik bagi penganut New Age dan penggiat psikologi transpersonal. Kalender Maya itu memiliki sistem perhitungan yang elegan yang memungkinkan setiap kejadian tercatat dalam hubungan yang linear dengan event lainnya dengan tetap mengacu pada kalender utama. Perhitungan kalender Maya lebih kompleks dan teliti dari kalender Gregorian (Masehi) yang kita gunakan sekarang.

Ranah gelap tentang ketidak jelasan masa depan itu terus memicu rasa ingin tahu. Banyak orang yang tidka terima akan adanya kiamat, namun mereka pun ingin tahu bagaimaan kiamat itu bisa terjadi. Inilah wialyah abu-abu yang membuat orang untuks selalu bertanya-tanya tentang yang memicu rasa ingin tahu.

Lalu dari sisi ilmiah, Ilmuwan atmosfer NASA yang juga pakar pemanasan global, James Hansen, sejak tahun 1980-an telah memprediksi bahwa bumi telah mendekati masa tipping point yang tidak mungkin dapat dipulihkan kembali. Trend pemanasan global akan memicu banjir besar dan menyemburnya gas metana dari tanah kutub utara yang selama ini diselubungi lapisan es.

Dan semua itu akan terjadi lebih cepat dari proyeksi/perkiraan yang ada sekarang. Dalam papernya yang diterbitkan tahun 2007, Hansen mengkritisi laporan Intergovernmental Panel on Climate Change yang menyebutkan perkiraan bahwa permukaan laut naik setinggi 59 cm. Jumlah sebenarnya – menurut Hansen – adalah mencapai 25 meter.

Pada kajian lain, sejumlah fisikawan yang meneliti sistem solar mengkhawatirkan siklus aktivitas matahari yang akan memproduksi “coronal mass ejections” melebihi tingkat normal. Sami Solanki, direktur Max Planck Institute for Solar System Research, pada tahun 2004 mengatakan bahwa aktivitas matahari saat ini mencapai tingkat yang lebih tinggi dari sebelas ribu tahun terakhir (“Except possibly for a few brief peaks, the Sun is more active currently than at any time in the past 11,000 years”).

Puncak dari aktivitas matahari diperkirakan terjadi pada tahun 2011 atau 2012. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan kekuatan yang cukup untuk memadamkan jaringan listrik dan satelit komunikasi. Meskipun Space Environment Center telah mengoperasikan sistem peringatan global untuk menanggulangi potensi kerusakan, efek terkuat aktivitas matahari tersebut tetap dapat mencapai bumi hanya dalam 30 menit.

Spekulasi juga marak terjadi pada ranah geologi dan vulkanologi. Tidak kurang dari majalah Time menurunkan artikel yang menyebutkan munculnya kekhawatiran pasca rangkaian gempa dari 27 Desember 2008 sampai 2 January 2009 yang mengiringi aktivitas kawah Yellowstone. Pengamatan dengan seismograf di Universitas Utah maupun citra satelit dengan pembacaan GPS (Global Positioning System) mengindikasikan terjadinya pertumbuhan kaldera Yellowstone – dan ini dihubungkan dengan fenomena supervolcano (ledakan gunung berapi super) yang periode ledakannya hanya terjadi 600.000 sampai 700.000 tahun sekali.

Kebanyakan astronom dan periset kebudayaan Maya membantah segala teori tentang kiamat 2012 sebagaimana digembar-gemborkan banyak pihak. Menurut mereka, tidak ada bukti atau catatan arkeologis yang memperlihatkan kebudayaan Maya klasik menambahkan berbagai ramalan atau nujum dalam sistem perhitungan panjang kalender mereka.

Astronom dari Universitas Florida, Susan Milbraith, bahkan lebih tegas lagi dengan mengatakan bahwa orang-orang yang mengeksploitasi kebudayaan Maya dengan menghembuskan isu tentang kiamat 2012 sesungguhnya memiliki kepentingan pribadi atau politik yang terselubung.

Terlebih, inti galaksi Bimasakti yang hanya dapat dilihat dengan teleskop berkuatan tinggi tidak mungkin dapat diamati oleh suku Indian Maya kuno. Kenyataan ini menjadikan tidak mungkin bagi mereka membuat berbagai ramalan seputar lubang hitam, planet nibiru, dan sebagainya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.